Archive for 2013
Waktu saya nyervice tv... bekas tv yang habis di ganti mesin dan bangkai mesinya masih ada. saya meluangkan waktu untuk mencabut elco2 yang ada di mesinnya.
alhasil numpuk dan campur aduk menjadi satu...
saya berfikir kapan ya bisa beli wadah untuk tempat elco2 ini. biar ketika memilih elco biar gak mengaduk aduknya...
karena terdesak biaaya dan bingung beli dimana .. di daerah terpencil di desa saya tidak ada yang jual wadah komponen elektronika.
ketika saya makan roti dan wadahnya itu besar seperti wadah korek api tp besar.. saya terinpirasi membuat wadah elco2 ini... lalu saya cari botol bekas minuman dan saya potong tengahnya . lihat gambar di bawah ini.
HEHE TIDAK APA -APA JELEK YANG PENTING MANFAAT DAN BISA MEMANFAATKAN SAMPAH DARI PADA DI BUANG CUMA
TERIMAKASIH
ARIFDOTSERVICE@GMAIL.COM
PETUNJUK PENGGUNAAN
SEBELUM PENGGUNAAN
1.
Nyalakna ESR meter.
2.
Atur simpangan jarum Vu meter hingga tepat pada angka 0 ( nol warna merah
dan bukan menyimpang penuh) seperti gambar. Caranya : hubung singkatkan kedua
colokan ESR merer dan mengatur potensionya.
3.
ESR meter
siap digunakan
4.
Bila batre habis, silahkan diganti dengan
membuka tutup casing ESR meter.
PENGGUNAAN
Colokan kedua colokan ESR meter pada kaki-
kaki komponen yang perlu di tes, dan lihat seberapa besar simpangan jarum VU
meternya.
Untuk memeriksa kapasitor : colokan
langsung di pcb atau di lepas.
Indikator pemeriksaaan elco yang masih
bagus:
Elco 22uF- 10.000 uF : jarum harus menunjuk skala 0
Elco 10uF :
jarum harus menunjuk skala 0,5 ( ditengah angka 0 dan 1 )
Elco 4,7uF :
jarum harus menunjuk skala 0,8 ( angka 1 kurang sedikit)
Elco 2,2q :
jarum harus menunjuk skala 1
Elco 1uF :
jarum harus menunjuk skala 2,5 (angka 3 kurang sedikit)
Elco 0,47uF :
jarum harus menunjuk skala 4
Milar 220 n :
jarum harus menunjuk skala 8 (antar
angka 7 dan 10)
Milar
100n : jarum
harus menunjuk skala 15 ( angka 20 kurang sedikit)
Milar 47n :
jarum harus menunjuk skala sangat sedikit hampit tak terlihat
Juka jarum tidak sesuai dengan batas- batas
di atas, berarti elco atau milar sudah rusak.
Contoh:
Elco 100uF jarum menunjuk skala angka 1,
berarti elco tersebut sudah rusak.
Elco 10uF/250v jarum menunjuk skala 0,5.
Berarti elco masih baik.
Elco 220uF/160V jarum menunjuk skala 2, berarti elco rusak.
Untuk memeriksa Flyback:
Bisa di periksa langsung di PCB di lepas.
Colokan pada kaki-kaki yang berhubungan indikator flyback yang masih baik:
Kaki B+ dengan COL : jarum harus tidak
menyimpang sama sekali, atau menyimpang sangat sedikit.
Kaki 185v dengan COL/ GROUND : jarum
menyimpang ¾ (sekala tidak penuh)
Kaki 25 v/12 v heater/ 40 v dengan ground: jarum menyimpang penuh atau
kurang sedikit.
Pemeriksaaan diatas untuk mengetahui
keadaan lilitan internal flyback dari
kemungkinan terbakar atau putus.
Untuk memriksa defleksi
Bisa dalam keadaan kabel tersambung atau
dilepas, indikator:
Colok kedua kaki bagaian vertikal : jarum menyimpang setengah skala
¾ skala
Colok kedua kaki horyzontal : jarum harus tidak
menyimpang sama kekali,atau menyimpang
sxangat sedikit.
Untuk memeriksan travo switching :
Bila diperiksa langsung di PCB atau
dilepas.
Lilitan primer ( b+300v dengan colektor TR
) : jarum menyimpang setengah skala atau ¾ skala.
Skunder 115v atau 185v dengan ground
menyimpang ¾ skala
Skunder lainnya dengan ground : jarum menyimpang penuh atau kurang
sediktit.
Untuk memeriksa batre atau akki :
Bisa diperiksa dalam keadaan terpasang atau
dilepas, ada tegangan atau kosong.
Indikator:
Batre yang masih baik. Simpangan jarum
harus penuh kekanan, semakin kecil simpangan, semakin drop batrenya.
Perhatian :
Untuk cek Elco 300 vdc atau 115 vdc pastikan
hilangkan dulu tegangan yang masih
tersimpan.
Cara Kerja SCR atau Tiristor
Seperti kita ketahui, bahwa SCR merupakan komponen penyearah, sama halnya dengan dioda. Namun yang membedakan diantara SCR dan dioda yaitu adanya pengontrolan rangkaian penyearah pada SCR, dan tidak ada pada dioda. Untuk mengetahui cara kerja SCR atau tiristor, bisa kita lihat melalui gambar rangkaian berikut ini
Gambar A memperlihatkan sebuah dioda dengan bias maju (forward bias, dimana Anoda diberi tegangan positif sumber dan Katoda menuju negatif sumber) dan terhubung dengan lampu. Disini lampu akan menyala.
Gambar B memperlihatkan sebuah SCR dengan forward bias dan terhubung dengan lampu. Disini lampu tidak akan menyala, karena Gate tidak terhubung dengan sumber.
Gambar C memperlihatkan sebuah SCR dengan forward bias, terhubung dengan lampu dan Gate diberi tegangan sumber. Disini lampu akan menyala.
Seperti kita ketahui, bahwa SCR merupakan komponen penyearah, sama halnya dengan dioda. Namun yang membedakan diantara SCR dan dioda yaitu adanya pengontrolan rangkaian penyearah pada SCR, dan tidak ada pada dioda. Untuk mengetahui cara kerja SCR atau tiristor, bisa kita lihat melalui gambar rangkaian berikut ini
Gambar A memperlihatkan sebuah dioda dengan bias maju (forward bias, dimana Anoda diberi tegangan positif sumber dan Katoda menuju negatif sumber) dan terhubung dengan lampu. Disini lampu akan menyala.
Gambar B memperlihatkan sebuah SCR dengan forward bias dan terhubung dengan lampu. Disini lampu tidak akan menyala, karena Gate tidak terhubung dengan sumber.
Gambar C memperlihatkan sebuah SCR dengan forward bias, terhubung dengan lampu dan Gate diberi tegangan sumber. Disini lampu akan menyala.
